Monthly Archives: April 2012

Media Sejarah Australia/Oceania (II)


Setelah terbentuknya koloni-koloni di Australia, muncul beberapa gagasan untuk mempersatukan koloni dalam satu federasi. Jalan panjang mempersatukan koloni itu akhirnya berbuah manis. Pada tanggal 1 Januari 1901 secara resmi berdiri The Commonwealth of Australia. Berikut adalah slide materi tentang pendirian federasi australia.

Terbentuknya Federasi Australia

Iklan

Mentalitas Kita a la Mochtar Lubis


Muchtar Lubis, salah seorang jurnalis dan sastrawan, beberapa puluh tahun lalu pernah berpidato di Taman Ismail Marzuki tentang mentalitas manusia Indonesia. Buah pikirannya tersebut sempat menggemparkan jagad pemikiran di Indonesia. Pemikirannya begitu kontroversial, walaupun sebenarnya cenderung bersifat menegaskan dan mengingatkan, serta memberikan sebuah gambaran yang nyata tentang mentalitas manusia Indonesia. Dalam berbagai forum ilmiah pemikiran Muchtar Lubis itu menjadi bahan perbincangan pada masa itu. Lanjutkan membaca


Kiai Suko dan Berdirinya Desa Sekaran


Setiap pagi saya berjalan kaki dari rumah kontrakan menuju kampus tempat saya mengajar di Jurusan Sejarah Unnes. Perjalanan selalu saya lalui dengan rute yang sama. Dari kos menyelusur rumah-rumah warga, lewat pemakaman, dan akhirnya sampai di pintu kecil di belakang kampus. Lalu-lalang penghuni kampus yang melewati rute sama seperti yang saya tempuh menjadikan daerah sekitar pemakaman menjadi ramai. Begitu ramainya, sampai akhirnya permukiman warga berimpitan dengan lahan pemakaman. Satu simpulan yang bisa simpulkan, sekarang orang lebih takut pada kemiskinan daripada seramnya kuburan. Namun, dari banyaknya nisan di pemakaman, terdapat dua makam yang diberi pagar khusus oleh warga. Di tengah himpitan perumahan yang kian padat, kedua makam tersebut masih tampak terawat. Itulah makam sesepuh masyarkat Sekaran, Kiai Suko dan Nyai Tanjung. Cikal bakal berdirinya desa sekaran. Lanjutkan membaca


Asvi dan Pelurusan Sejarah Indonesia


Semenjak bergulirnya reformasi, perubahan-perubahan terjadi dalam berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia. Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah dengan terwujudnya satu keadaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengemukakan pendapatnya secara bebas. Terwujudnya  kebebasan dalam mengungkapkan pendapat ini menjadi satu indikator dari pencapaian iklim yang demokratis dalam sebuah sistem pemerintahan. Reformasi dengan demikian telah mengubah mind set atau pola pikir sebagian besar masyarakat menjadi lebih terbuka dan memiliki keluasan pandangan tentang kondisi diri dan lingkungannya. Lanjutkan membaca


Kartini dan Perjuangan Gender


Hidup yang singkat tidak menjadikan pemikiran Kartini (1879-1904) terbelenggu dan hilang ditelan zaman. Kepeduliannya terhadap pendidikan bagi kaum perempuan membuat ia senantiasa menjadi pusat perhatian. Kartini menjadi sebuah simbol perlawanan terhadap ketertindasan dan ketidakadilan yang dirasakan kaum perempuan. Lanjutkan membaca


Tanya-Jawab Sejarah Kolonial (2)


Pada zaman kolonialisme, dasar-dasar hubungan negara dan rakyat tidak pernah terbentuk. Akibatnya negara kolonial membiarkan kelompok sosial tidak bersingungan sehingga muncul kesenjangan yang sangat lebar dalam masyarakat. Kesenjangan-kesenjangan semacam itu justru dilestarikan oleh pemerintah Belanda, karena pemerintah tidak menginginkan tumbuhnya pemikiran kebangsaan. Jelaskan pendapat saudara (a) bagaimana cara-cara pemerintah kolonial menciptakan kesenjangan-kesenjangan di berbagai bidang kehidupan, dan (b)bagaimana pula cara tokoh-tokoh bangsa kita menghadapi kebijakan kolonial tersebut di atas. Lanjutkan membaca


Tanya-Jawab Sejarah Kolonial (1)


Pada masa Hindia Belanda dibangun infrastruktur dan diberlakukan sistem monetisasi yang bepengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat serta perkembangan daerah di Indonesia, terutama dengan sistem pemerintahan, hubungan pusat (kerajaan) dengan daerah (kabupaten/ uleebalang), dan hubungan antara rakyat dengan pimpinan. Mengapa demikian? (berikan juga beberapa contoh infrastruktur yang dibangun dan pengaruhnya apa). Untuk apa pemerintah Hindia Belanda membangun infrastruktur itu? Lanjutkan membaca


Tanya Jawab Kebudayaan (1)


Apa yang dimaksud dengan keperibadian?
Setiap manusia memiliki keperibadian. Keperibadian adalah susunann unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia. Namun dalam bahasa lain keperibadian juga bisa berarti ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten sehingga memberikan kepadanya identitas khusus. Keperibadian terdiri dari beberapa unsur keperibadian yaitu pengetahuan, perasaan dan dorongan naluri. Keperibadian dapat dibedakan menjadi keperibadian individu dan kepdibadian umum serta keperibadian barat dan keperibadian timur. Lanjutkan membaca


Apa Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban?


Kebudayaan dan peradaban adalah dua kata yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan di kalangan ahli. Pendapat pertama menyatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam penggunaan istilah “kebudayaan” dan “peradaban”. Sementara itu pendapat kedua menyatakan bahwa ada perbedaan terminologis antara “kebudayaan” dan “peradaban”. Tulisan ini secara ringkas mencoba untuk memberikan sedikit bahan untuk menjelaskan pandangan yang kedua tentang “kebudayaan” dan “peradaban” sebagai istilah yang memiliki perbedaan secara terminologis. Lanjutkan membaca


Media Metodologi Penelitian Pendidikan


Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan merupakan salah satu mata kuliah yang memberikan bekal pada mahasiswa untuk mampu melakukan penelitian. Berikut adalah media pada Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang yang diampu oleh Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd., dan Tsabit Azinar Ahmad, M.Pd. Mahasiswa bisa mengunduh presentasi untuk digunakan sebagai bahan diskusi.

Melalui perkuliahan ini mahasiswa diharapkan “Memahami konsep-konsep dasar pendekatan penelitian pendidikan yang mencakup pengertian, ruang lingkup, dan hakikat penelitian pendidikan; permasalahan penelitian pendidikan (research problem); proses teoritik (kajian teori, kerangka berpikir, dan hipotesis teoririk); proses empirik penelitian kuantitatif (populasi, sampel dan teknik-teknik sampling, variabel-variabel penelitian, alat serta validitas dan reliabilitas alat, teknik-teknik pengumpulan data, hipotesis statistik, teknik-teknik analisis statistik, uji hipotesis statistik dan uji persyaratannya); proses empirik penelitian kualitatif (latar penelitian, fokus, sumber data, alat dan teknik pengumpulan data, uji objektifitas data, teknik analisis data); serta pembahasan hasil penelitian, serta penarikan kesimpulan, penyusunan implikasi dan rekomendasi.”

  1. PENGANTAR METODOLOGI PENELITIAN
  2. METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF
  3. METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF