Apa itu New History


New history atau sejarah baru merupakan pendekatan dalam kajian dan penulisan sejarah. Sejarah tidak lagi dianggap sebagai sejarah politik semata-mata. Tetapi mulai berkembang adanya kajian-kajian dan tema-tema baru dalam penulisan sejarah, seperti sejarah tanaman, sejarah iklim, sejarah wanita, dan sejarah lainnya yang bertema baru. New history mulai berkembang dengan pesat pada tahun 1980-an di Amerika Serikat. Pendekatan ini menekankan sifat penulisan sejarah yang lebih multidimensional, yakni memandang sesuatu tidak hanya dari satu aspek saja tetapi dari berbagai segi.

Akar perkembangan new history yang pesat pada tahun 1980-an sebenarnya sudah mulai muncul pada akhir abad XIX. Pada dekade 1890-an sejarawan Amerika bernama Frederick Jackson Turner melancarkan kecaman terhadap sejarah tradisional. Kemudian pada tahun tahun 1912 muncul sejarawan James Harvey Robinson yang menganjurkan pemakaian ilmu sosial dalam penulisan sejarah. Dalam new history terdapat reapprochment antara sejarah dan ilmu-ilmu sosial. Sebelumnya historiografi Amerika didominasi oleh aliran Rankean yang menekankan pada sejarah faktual. Kemudian dengan mulai berkembangnya pemakaian ilmu sosial dalam sejarah, berkembang juga tema-tema baru dengan tema-tema yang lebih beragam seperti sejarah pertanian, sejarah wanita, dan sebagainya. Robinson menggagas konsep sejarah baru, yakni sejarah yang berbicara tentang semua kegiatan manusia dan meramu ide-ide dari disiplin antropologi, ekonomi, psikologi, dan sosiologi.

Istilah new history tidak hanya berkembang dalam historiografi Amerika, tetapi juga dikenal dalam historiografi Perancis. Pada tahun 1920-an di Perancis ada istilah “sejarah jenis baru” yang dikembangkan oleh Marc Bloch dan Lucien Febvre dari Universitas Strasbourg dengan menerbitkan jurnal berjudul Annales d’histoire eqonomique et sociale yang mengkritik tajam sejarawan tradisional. Mereka ingin mengganti sejarah politik menjadi sejarah yang lebih luas dan manusiawi. Oleh karena itu sejarah bukan lagi semata-mata narasi mengenai kejadian-kejadian, tetapi analisis mengenai struktur. Kelompok ini kemudian dikenal dengan mazhab Annales. Mazhab Annales menekankan pada pendekatan holistik, interdisiplin, struktural, serta berbagai perkembangan penulisan dengan pendekatan yang baru. Dengan demikian muncul tema-tema baru dalam penulisan sejarah, seperti sejarah wanita, sejarah mentalitas, dan sebagainya.

About tsabit.azinar.ahmad

Tsabit Azinar Ahmad, dosen "unthul" di Jurusan Sejarah, Universitas Negeri Semarang (Unnes). Alumni Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Memiliki minat dalam bidang pendidikan sejarah, sejarah kontroversial, sejarah kebudayaan dan kesenian, serta pedadogik kritis. Lihat semua pos milik tsabit.azinar.ahmad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: