Category Archives: Pendidikan Sejarah

Call for Paper: Sejarah Kontroversial Indonesia


Call for Paper

Pengantar

Sifat kontroversial selalu melekat dalam penulisan sejarah, sehingga memunculkan sejarah kontroversial. Sebagai realitas sejarah, keberadaan sejarah kontroversial menjadi satu keniscayaan dalam historiografi. Akan tetapi, perkembangan sejarah kontroversial yang telah banyak dituliskan ternyata belum memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan. Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mengalami kebingungan terkait suatu peristiwa yang kontroversial. Oleh karena itu, Center for Controversial History Studies Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Semarang mengajak sejarawan, mahasiswa, dan masyarakat untuk berkontribusi menjadi penulis dalam buku yang akan diterbitkan dengan judul Sejarah Kontroversial dalam Perspektif Pendidikan.

Lanjutkan membaca

Iklan

Pemuda, Kepahlawanan, dan Generasi Alay


  1. Semangat sumpah pemuda 84 tahun lalu hakikatnya satu, identitas yang padu. Identitas dipahami dalam berbagai sisi. Kesaman nasib dan penderitaan akibat penjajahan adalah identitas. Nasib yang sama bisa berarti sejarah yang sama, tempat tinggal yang sama, kondisi ekonomi yang sama, dan kesamaan-kesamaan lain, baik bawaan maupun ciptaan, menjadi prasyarat identitas. Bangsa juga bentuk identitas. Oleh karenanya, paham kebangsaan atau nasionalisme saya artikan sebagai kesadaran kolektif atas padu-kaitnya identitas. Begitu pentingnya identitas inilah yang mendorong kelompok-kelompok pemuda lintas budaya bersikap tentang bagaimana seharusnya masyarakat mengidentifikasi diri. Hal ini karena identitas bukan sesuatu yang diturunkan atau melekat begitu saja, melainkan pada apa yang dibangun. Lanjutkan membaca

Mengajarkan Isu Kontroversial


Pembelajaran sejarah kontroversial adalah sebuah keniscayaan. Hal ini karena materi yang diangkat dalam pembelajaran sejarah haruslah berangkat dari permasalahan faktual pada historiografi. Di satu sisi historiografi Indonesia pada saat ini telah terbuka terhadap isu-isu kontroversial. Dengan demikian, pesatnya perkembangan penulisan sejarah kontroversial dalam historiografi selayaknya diakomodasi dalam materi pembelajaran di kelas. Secara formal, perkembangan sejarah kontroversial yang telah memberikan beragam alternatif jawaban atas realitas di masa lalu sejalan dengan jiwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP hakikatnya memerikan peluang terhadap munculnya materi-materi baru dan keleluasaan bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran. Di satu sisi, secara akdemik, pembelajaran sejarah kontroversial memiliki beberapa keunggulan dan manfaat ketika pelaksanaannya dikelola dengan baik. Lanjutkan membaca


Pendidikan Sejarah: Out of Context!


Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak benar-benar belajar darinya.” (Winston Churchill)

Dalam praksis pendidikan, kebermaknaan pembelajaran dicapai melalui pengaitan materi dengan konteks yang terjadi di sekitar siswa. Konteks mencakup fenomena di masyarakat, peristiwa aktual, permasalahan sosial, isu hangat yang tengah berkembang, jiwa zaman, dan perkembangan keilmuan mutakhir. Khusus dalam pendidikan sejarah, konteks dapat berupa peristiwa sejarah lokal di daerah sekitar lingkungan siswa.

Pentingnya konteks dalam pembelajaran menjadi perhatian khusus dari critical pedagogy atau pedagogik kritis. Pedagogik kritis memosisikan kontekstualisasi sebagai salah satu kata kunci. Kontekstualisasi diperlukan agar terwujud sebuah keterhubungan, kesepahaman, dan keterpautan secara kritis antara pendidikan dengan isu-isu sosial, serta bagaimana memaknainya. Lanjutkan membaca