Category Archives: Serba Sejarah

Call for Paper: Sejarah Kontroversial Indonesia


Call for Paper

Pengantar

Sifat kontroversial selalu melekat dalam penulisan sejarah, sehingga memunculkan sejarah kontroversial. Sebagai realitas sejarah, keberadaan sejarah kontroversial menjadi satu keniscayaan dalam historiografi. Akan tetapi, perkembangan sejarah kontroversial yang telah banyak dituliskan ternyata belum memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan. Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mengalami kebingungan terkait suatu peristiwa yang kontroversial. Oleh karena itu, Center for Controversial History Studies Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Semarang mengajak sejarawan, mahasiswa, dan masyarakat untuk berkontribusi menjadi penulis dalam buku yang akan diterbitkan dengan judul Sejarah Kontroversial dalam Perspektif Pendidikan.

Lanjutkan membaca

Iklan

Mengajar Sejarah Indonesia Kuno


Candi Sewu. Sumber: alampramono.deviantart.com

Candi Sewu. Sumber: alampramono.deviantart.com

Di perkuliahan semester genap 2014/2015, saya dipercaya kembali untuk mengampu mata kuliah Sejarah Indonesia Kuno di Jurusan Sejarah, FIS Universitas Negeri Semarang. Perkuliahan ini diberikan kepada mahasiswa semester awal. Lanjutkan membaca


Mengapa Muhammad?


Perkembangan Islam pada saat ini telah sedemikian pesat. Saat ini diperkirakan terdapat antara 1.250 juta hingga 1,4 milyar umat Muslim yang tersebar di seluruh dunia. Perkembangan yang pesat itu tidak lepas dari peran Muhammad SAW sebagai pembawa ajaran Islam. Ia muncul sebagai sosok yang tepat dalam kemunculan dan perkembangan Islam. Lanjutkan membaca


22 Desember & Kebangkitan Pergerakan Perempuan


Memasuki minggu ketiga bulan Desember, masyarakat Indonesia selalu memperingati suatu peristiwa yang ditetapkan sebagai Hari Ibu. Namun demikian, sebagai sebuah peringatan apakah sebenarnya kita mengetahui apa yang diperingati? Apa pesan yang sebenarnya ingin disampaikan melalui peringatan hari ibu itu? Apakah hari ibu hanya sebatas peringatan yang dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya? Pertanyaan-pertanyaan ini seharusnya muncul ketika hari ibu diperingati. Lanjutkan membaca


PKI terlibat G 30 S?


presentasi tentang PKI di IAHA

Pertanyaan yang paling sering muncul ketika membahas peristiwa penculikan dan pembunuhan pimpinan Angkatan Darat tahun 1965 adalah “apakah PKI benar-benar terlibat dalam Gerakan 30 September?” Pertanyaan inilah yang menjadi alasan mengapa saya harus melakukan kajian tentang Partai Komunis Indonesia. Dengan sumber utama surat kabar resmi PKI, Harian Rakjat edisi 2 Oktober 1965 dan beberapa referensi pembanding, saya mencoba menelusuri jawaban tentang keterlibatan PKI dalam G 30 S. Setelah beberapa bulan melakukan penelusuran dan analisis terhadap sumber-sumber yang terpercaya, akhirnya jadilah sebuah artikel berjudul “The Last Defense of Partai Komunis Indonesia: Harian Rakjat Issues After Gerakan 30 September“. Pada konferensi sejarawan se-Asia di Solo, hasil penelitian itu saya paparkan. Lanjutkan membaca


Memahami Sejarah Mikro


Sejarah mikro (microhistory) merupakan bagian dari sejarah sosial yang mengamati fenomena-fenomena secara mikroskopis. Burke (2003: 55-63) menjelaskan bahwa sejarah mikro merupakan sebuah tren dalam kajian yang memberi perhatian pada analisis sosial mikro. Secara sederhana sejarah mikro diartikan sebagai kajian sejarah yang memberi perhatian pada unit analisis yang sempit, seperti peristiwa tertentu, komunitas di pedesaan, serta keluarga dan individu. Lanjutkan membaca


Editorial Harian Rakjat 2 Oktober 1965


Karikatur pada Harian Rakjat

Karikatur HR 2 Oktober 1965

Harian Rakjat merupakan salah satu koran terbesar pada masanya. Oplahnya mencapai 60.000 eksemplar. Dari sekian banyak edisi, salah satu edisi yang paling kontroversial adalah edisi tanggal 2 Oktober 1965.  Oleh beberapa sejarawan, edisi pamungkas harian Rakjat ini dianggap sebagai tanda keterlibatan PKI dalam peristiwa G 30 S yang dipimpin oleh Letkol Untung. Berikut adalah saduran Editorial Harian Rakjat tanggal 2 Oktober 1965: Lanjutkan membaca


Pokok-Pokok Temuan Penelitian Sejarah Kontroversial


Berikut adalah pokok-pokok temuan dalam penelitian tesis penulis dengan judul “IMPLEMENTASI CRITICAL PEDAGOGY DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KONTROVERSIALDI SMA NEGERI KOTA SEMARANG” yang penulis selesaikan di Prodi Pendidikan Sejarah Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Lanjutkan membaca


Kiai Suko dan Berdirinya Desa Sekaran


Setiap pagi saya berjalan kaki dari rumah kontrakan menuju kampus tempat saya mengajar di Jurusan Sejarah Unnes. Perjalanan selalu saya lalui dengan rute yang sama. Dari kos menyelusur rumah-rumah warga, lewat pemakaman, dan akhirnya sampai di pintu kecil di belakang kampus. Lalu-lalang penghuni kampus yang melewati rute sama seperti yang saya tempuh menjadikan daerah sekitar pemakaman menjadi ramai. Begitu ramainya, sampai akhirnya permukiman warga berimpitan dengan lahan pemakaman. Satu simpulan yang bisa simpulkan, sekarang orang lebih takut pada kemiskinan daripada seramnya kuburan. Namun, dari banyaknya nisan di pemakaman, terdapat dua makam yang diberi pagar khusus oleh warga. Di tengah himpitan perumahan yang kian padat, kedua makam tersebut masih tampak terawat. Itulah makam sesepuh masyarkat Sekaran, Kiai Suko dan Nyai Tanjung. Cikal bakal berdirinya desa sekaran. Lanjutkan membaca


Asvi dan Pelurusan Sejarah Indonesia


Semenjak bergulirnya reformasi, perubahan-perubahan terjadi dalam berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia. Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah dengan terwujudnya satu keadaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengemukakan pendapatnya secara bebas. Terwujudnya  kebebasan dalam mengungkapkan pendapat ini menjadi satu indikator dari pencapaian iklim yang demokratis dalam sebuah sistem pemerintahan. Reformasi dengan demikian telah mengubah mind set atau pola pikir sebagian besar masyarakat menjadi lebih terbuka dan memiliki keluasan pandangan tentang kondisi diri dan lingkungannya. Lanjutkan membaca