PKI terlibat G 30 S?


presentasi tentang PKI di IAHA

Pertanyaan yang paling sering muncul ketika membahas peristiwa penculikan dan pembunuhan pimpinan Angkatan Darat tahun 1965 adalah “apakah PKI benar-benar terlibat dalam Gerakan 30 September?” Pertanyaan inilah yang menjadi alasan mengapa saya harus melakukan kajian tentang Partai Komunis Indonesia. Dengan sumber utama surat kabar resmi PKI, Harian Rakjat edisi 2 Oktober 1965 dan beberapa referensi pembanding, saya mencoba menelusuri jawaban tentang keterlibatan PKI dalam G 30 S. Setelah beberapa bulan melakukan penelusuran dan analisis terhadap sumber-sumber yang terpercaya, akhirnya jadilah sebuah artikel berjudul “The Last Defense of Partai Komunis Indonesia: Harian Rakjat Issues After Gerakan 30 September“. Pada konferensi sejarawan se-Asia di Solo, hasil penelitian itu saya paparkan. Lanjutkan membaca

Iklan

Memahami Sejarah Mikro


Sejarah mikro (microhistory) merupakan bagian dari sejarah sosial yang mengamati fenomena-fenomena secara mikroskopis. Burke (2003: 55-63) menjelaskan bahwa sejarah mikro merupakan sebuah tren dalam kajian yang memberi perhatian pada analisis sosial mikro. Secara sederhana sejarah mikro diartikan sebagai kajian sejarah yang memberi perhatian pada unit analisis yang sempit, seperti peristiwa tertentu, komunitas di pedesaan, serta keluarga dan individu. Lanjutkan membaca


Editorial Harian Rakjat 2 Oktober 1965


Karikatur pada Harian Rakjat

Karikatur HR 2 Oktober 1965

Harian Rakjat merupakan salah satu koran terbesar pada masanya. Oplahnya mencapai 60.000 eksemplar. Dari sekian banyak edisi, salah satu edisi yang paling kontroversial adalah edisi tanggal 2 Oktober 1965.  Oleh beberapa sejarawan, edisi pamungkas harian Rakjat ini dianggap sebagai tanda keterlibatan PKI dalam peristiwa G 30 S yang dipimpin oleh Letkol Untung. Berikut adalah saduran Editorial Harian Rakjat tanggal 2 Oktober 1965: Lanjutkan membaca


Pokok-Pokok Temuan Penelitian Sejarah Kontroversial


Berikut adalah pokok-pokok temuan dalam penelitian tesis penulis dengan judul “IMPLEMENTASI CRITICAL PEDAGOGY DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KONTROVERSIALDI SMA NEGERI KOTA SEMARANG” yang penulis selesaikan di Prodi Pendidikan Sejarah Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Lanjutkan membaca


Media Sejarah Australia/Oceania (II)


Setelah terbentuknya koloni-koloni di Australia, muncul beberapa gagasan untuk mempersatukan koloni dalam satu federasi. Jalan panjang mempersatukan koloni itu akhirnya berbuah manis. Pada tanggal 1 Januari 1901 secara resmi berdiri The Commonwealth of Australia. Berikut adalah slide materi tentang pendirian federasi australia.

Terbentuknya Federasi Australia


Mentalitas Kita a la Mochtar Lubis


Muchtar Lubis, salah seorang jurnalis dan sastrawan, beberapa puluh tahun lalu pernah berpidato di Taman Ismail Marzuki tentang mentalitas manusia Indonesia. Buah pikirannya tersebut sempat menggemparkan jagad pemikiran di Indonesia. Pemikirannya begitu kontroversial, walaupun sebenarnya cenderung bersifat menegaskan dan mengingatkan, serta memberikan sebuah gambaran yang nyata tentang mentalitas manusia Indonesia. Dalam berbagai forum ilmiah pemikiran Muchtar Lubis itu menjadi bahan perbincangan pada masa itu. Lanjutkan membaca


Kiai Suko dan Berdirinya Desa Sekaran


Setiap pagi saya berjalan kaki dari rumah kontrakan menuju kampus tempat saya mengajar di Jurusan Sejarah Unnes. Perjalanan selalu saya lalui dengan rute yang sama. Dari kos menyelusur rumah-rumah warga, lewat pemakaman, dan akhirnya sampai di pintu kecil di belakang kampus. Lalu-lalang penghuni kampus yang melewati rute sama seperti yang saya tempuh menjadikan daerah sekitar pemakaman menjadi ramai. Begitu ramainya, sampai akhirnya permukiman warga berimpitan dengan lahan pemakaman. Satu simpulan yang bisa simpulkan, sekarang orang lebih takut pada kemiskinan daripada seramnya kuburan. Namun, dari banyaknya nisan di pemakaman, terdapat dua makam yang diberi pagar khusus oleh warga. Di tengah himpitan perumahan yang kian padat, kedua makam tersebut masih tampak terawat. Itulah makam sesepuh masyarkat Sekaran, Kiai Suko dan Nyai Tanjung. Cikal bakal berdirinya desa sekaran. Lanjutkan membaca


Asvi dan Pelurusan Sejarah Indonesia


Semenjak bergulirnya reformasi, perubahan-perubahan terjadi dalam berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia. Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah dengan terwujudnya satu keadaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengemukakan pendapatnya secara bebas. Terwujudnya  kebebasan dalam mengungkapkan pendapat ini menjadi satu indikator dari pencapaian iklim yang demokratis dalam sebuah sistem pemerintahan. Reformasi dengan demikian telah mengubah mind set atau pola pikir sebagian besar masyarakat menjadi lebih terbuka dan memiliki keluasan pandangan tentang kondisi diri dan lingkungannya. Lanjutkan membaca


Kartini dan Perjuangan Gender


Hidup yang singkat tidak menjadikan pemikiran Kartini (1879-1904) terbelenggu dan hilang ditelan zaman. Kepeduliannya terhadap pendidikan bagi kaum perempuan membuat ia senantiasa menjadi pusat perhatian. Kartini menjadi sebuah simbol perlawanan terhadap ketertindasan dan ketidakadilan yang dirasakan kaum perempuan. Lanjutkan membaca


Tanya-Jawab Sejarah Kolonial (2)


Pada zaman kolonialisme, dasar-dasar hubungan negara dan rakyat tidak pernah terbentuk. Akibatnya negara kolonial membiarkan kelompok sosial tidak bersingungan sehingga muncul kesenjangan yang sangat lebar dalam masyarakat. Kesenjangan-kesenjangan semacam itu justru dilestarikan oleh pemerintah Belanda, karena pemerintah tidak menginginkan tumbuhnya pemikiran kebangsaan. Jelaskan pendapat saudara (a) bagaimana cara-cara pemerintah kolonial menciptakan kesenjangan-kesenjangan di berbagai bidang kehidupan, dan (b)bagaimana pula cara tokoh-tokoh bangsa kita menghadapi kebijakan kolonial tersebut di atas. Lanjutkan membaca